Pantai Lovina Bali – Lokasi & Biaya Melihat Lumba-Lumba Di Tengah Laut
Pantai Lovina termasuk obyek wisata di pesisir Bali Utara. Tepatnya 10 km ke arah barat Kota Singaraja. Lokasinya di Desa Kalibukbuk, Kabupaten Buleleng, Bali. Oleh sebab itu lebih dikenal
dengan obyek wisata Kalibukbuk.
Di kawasan Lovina banyak terdapat penginapan dengan harga yang bervariasi. Mulai dari penginapan sederhana hingga penginapan mewah. Ada juga penginapan yang menyediakan atraksi lumba – lumba yang sudah terlatih dan kebun binatang kecil di dalam penginapan.
Daya Tarik Pantai lovina
Pantai Lovina memiliki pasir hitam dan lokasinya masih sangat alami. Di areal pantai terlihat banyak berjejer perahu nelayan traditional. Namun daya tarik utama dari pantai Lovina bukan pada pantainya, melainkan pada aktivitas melihat lumba-lumba di tengah laut.
Kawasan objek wisata Lovina sangat terkenal dengan pertunjukan lumba – lumba liar di tengah laut. Di pantai ini terdapat ratusan lumba-lumba. Untuk dapat melihat lumba-lumba beraksi, anda harus berangkat ke tengah laut sebelum matahari terbit. Lumba–lumba akan bermunculan di tengah laut antara jam 6 hingga jam 8 pagi.
Perjalanan ke tengah laut diperairan Lovina sangat disukai wisatawan. Perairan laut Lovina yang relatif tenang, sehingga dapat dilewati dengan nyaman dengan menggunakan perahu nelayan.
Anda dapat menjumpai lumba-lumba sekitar 1 km dari bibir pantai. Ada yang melompat-lompat ke permukaan, dan ada juga yang sekedar berenang. Sangat menarik aksi binatang laut berwarna hitam yang satu ini.
Wisatawan yang berkunjung dapat menyewa perahu traditional nelayan yang khusus disediakan untuk wisata melihat lumba-lumba di tengah laut. Sambil menuju ke tengah laut untuk menyaksikan pertunjukan lumba-lumba, anda juga dapat menyaksikan perairan laut Lovina yang indah dan alami.
Durasi aktivitas melihat lumba-lumba di Lovina sekitar 2 jam. Nelayan akan mengantar anda ke tengah laut dengan perahu traditional, ke tempat lumba-lumba sering bermunculan.
Selain dapat menyaksikan pertunjukan lumba-lumba, di Pantai Lovina juga tersedia aktivitas menyelam. Bioata laut di Lovina jenisnya beraneka ragam dan tidak kalah dengan tempat menyelam di Bali yang lain.
Biaya Melihat Lumba-Lumba Di Lovina
Apakah anda tertarik melihat atraksi lumba-lumba di tengah laut saat liburan ke tempat wisata Lovina? Jika anda menjawab Ya, pastinya ingin tahu mengenai harga melihat lumba-lumba di Lovina.
Untuk melihat lumba-lumba di tengah laut pantai Lovina tidak dikenakan biaya. Jadi jika anda bertanya mengenai harga tiket Dolphin Lovina yang lumba-lumba berada ditengah laut, jawabannya tidak ada.
Yang di kenakan biaya adalah sewa perahu nelayan untuk menuju ke tengah laut, lokasi dari lumba-lumba berada. Harga sewa perahu di pantai Lovina Singaraja untuk melihat lumba-lumba ditengah laut, sekitar Rp 150.000/orang.
Dengan membayar harga sewa kapal di Lovina Rp 150.000/orang, tujuan melihat lumba-lumba di tengah laut anda akan mendapatkan:
Sewa perahu durasi kurang lebih 2 jam.
Pengemudi perahu.
kapasitas perahu 5 orang.
Jaket pelampung.
Sarapan pagi setelah selesai menonton lumba-lumba di tengah laut.
Jika tanpa sarapan pagi harga dapat lebih murah, Rp 110.000 / orang.
Waktu terbaik melihat lumba-lumba dari jam 06:00 – 07:30 pagi. Jadi anda harus sudah berada di lokasi pantai paling lambat sekitar jam 05:30 pagi. Harga nonton lumba-lumba di tengah laut belum termasuk biaya transportasi menuju objek wisata Lovina Buleleng Bali.
Lokasi Objek Wisata Lovina Singaraja
Untuk menuju lokasi Lovina dari tempat wisata Kuta Bali, anda akan melewati obyek wisata menarik di Bali dibawah ini:
Bali Strawberry Farm & Restaurant.
Objek Wisata Pura Ulun Danu Beratan Bedugul.
Perjalanan dari objek wisata Kuta Bali menuju Lovina dapat ditempuh dalam waktu 3 jam, serta jalannya agak berkelak-kelok dan naik turun.
Jika anda ingin berlibur di tempat wisata di Bali utara, pantai Lovina jangan sampai anda lewatkan. Cara terbaik untuk menuju lokasi objek wisata Lovina adalah menacari jasa sewa mobil sopir bbm Bali. Kami Wira Rental Mobil Bali, akan dengan senang hati menyediakan jasa sewa mobil plus supir di Bali yang dapat anda gunakan selama liburan di Bali.
Keindahan Pulau Bali
Selasa, 21 Maret 2017
Keunikan Sangeh
Sangeh, Melihat Keunikan Hutan beserta Monyetnya
Sangeh adalah salah satu tujuan wisata yang terkenal di Bali. Sangeh merupakan sebuah hutan yang terletak di Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung. Letaknya sekitar 20 kilometer dari Kota Provinsi (Denpasar). Sangeh dapat dicapai dalam 45 menit dengan kendaraan pribadi atau kendaraan umum. Disamping fungsinya sebagai objek wisata, Sangeh juga merupakan wilayah konservasi seluas 14 hektar yang sebagian besar wilayahnya tertutup hutan dan ditumbuhi pohon pala (dipterrocarpustrinervis). Pohon-pohon ini berumur ratusan tahun dan tingginya mencapai 50 meter yang dihuni oleh sekitar 700 ekor spesies monyet abu-abu (Macaca faciculais).
Hutan di Sangeh dipelihara dengan sangat baik oleh penduduk setempat. Monyet-monyet pun berlalu-lalang dengan bebas tanpa merasa terganggu oleh aktifitas manusia. Hal ini juga terkait dengan kepercayaan penduduk lokal bahwa monyet di hutan ini adalah hewan suci. Situasi di dalam hutan menghasilkan atmosfir yang dapat membawa anda ke dalam petualangan di hutan terpencil, walaupun anda sebenarnya berjalan di tengah kota. Selain itu, di dalam hutan ini terdapat sebuah kawasan pura kecil yang bernama Pura Puncak Sari. Pura ini telah tertutup lumut hijau dan tersembunyi di antara pohon-pohon tinggi menjulang.
Sebenarnya, hutan lebat ini sangat unik karena hanya hutan inilah yang ada di wilayah ini sedangkan area lain di sekitarnya telah disesaki rumah dan persawahan. Ada dua legenda yang melatarbelakangi keberadaan hutan unik ini. Yang pertama terkait dengan epos Ramayana, saat Hanuman (Monyet dewata dalam kisah Ramayana) mengangkat gunung Mahameru dan sebagian gunung tersebut jatuh di wilayah ini dan tumbuh subur hingga sekarang dan disebut Sangeh. Legenda yang kedua tentang Raja Mengwi yang memerintahkan pembangunan taman rahasia di area ini dengan pohon pala dari Gunung Agung. Namun, pembangunan rahasia itu ternyata ada yang mengetahui sehingga Raja pun mengurungkan niatnya dan meninggalkan pembangunan tersebut. Sejak saat itu wilayah ini ditumbuhi pohon pala dan menjadi hutan lebat.
Saat pertama kali memasuki wilayah Sangeh, anda akan melihat gerbang dengan patung raksasa bernama Kumbakarna yang dikrumuni banyak monyet. Patung ini adalah visualisasi potongan cerita Ramayana yang sangat terkenal dalam ajaran HIndu. Setelah memasuki gerbang, anda akan menelusuri jejak sekitar 200 meter menuju hutan pala. Di sinilah Pura Puncak Sari terletak. Di ujung jalan setapak tersebut, dekat dengan jalan keluar, anda akan menemukan pohon pala sakral raksasa yang diberi nama Pohon Lanang-Wadon (Pohon Pria dan Wanita). Disebut demikian karena batang tubuh pohon tersebut benar-benar tampak seperti alat kelamin pria dan wanita.
Kehidupan Monyet-monyet di Sangeh
Para monyet yang hidup di Sangeh seakan-akan memiliki sebuah kerajaan mereka sendiri. Biasanya, mereka dijumpai berkelompok dan setiap kelompok memiliki satu pemimpin. Mereka juga memiliki satu pemimpin tertinggi diantara semua monyet di wilayah ini. Pemimpin atau raja ini hidup di wilayah yang paling renggang dan luas. Peraturannya mirip seperti kerajaan manusia. Misalnya, raja atau pemimpin ini harus selalu diutamakan dalam saat-saat tertentu, seperti pembagian makanan, dan sebagainya. Monyet-monyet di Sangeh juga dikenal sebagai monyet-monyet ternakal yang ada di Bali dan sering mengganggu wisatawan atau mencuri barang bawaan. Namun, sekarang ini mereka mulai tenang dan tidak seganas dan seliar dulu. Jadi, anda tidak usah takut mengunjungi tempat ini. Namun, sangat disarankan agar anda tidak memakai perhiasan, kacamata, ponsel, atau benda kecil lain dan barang berharga.
Tips
Di sekitar sangeh juga terdapat beberapa kedai dan toko yang menjual berbagai makanan dan sovenir. Harga tiket masuknya hanya 5000 rupiah. Di dalam, beberapa petugas penjaga hutan dan pemandu wisata sudah siap memandu anda untuk menelusuri hutan ini. Namun, pastikan anda mematuhi semua peraturan di wilayah ini, seperti tentang cara berpakaian dan larangan mengganggu monyet. Berhati-hatilah dengan barang bawaan karena beberapa monyet ini cukup nakal untuk mencuri barang bawaan anda atau apapun yang anda kenakan di badan. Disarankan saat anda sampai di Sangeh, belilah beberapa kantung kacang di parkir untuk diberikan pada monyet. Monyet-monyet ini akan lebih ramah jika diberi makanan. Diluar semua itu, Sangeh adalah tujuan wisata yang “harus dikunjungi” jika anda mampir ke Bali.Keindahan Adat Bali
Oke kawan-kawan kali ini saya mau memberikan informasi tentang keindahan adat dari pulau bali ini gan, ikuti aja ya
Keindahan Pulau Bali
Sebagai destinasi utama wisata dunia, Pulau Bali dan masyarakat yang tinggal di dalamnya telah lama bersentuhan dengan adat dan kebudayaan modern mancanegara. Meskipun demikian, rumah - rumah di Bali hingga saat ini masih saja mempertahankan arsitektur tradisionalnya yang unik nan elegan. Arsitektur rumah tradisional khas Bali merupakan salah satu perwujudan keselarasan antara manusia dengan alam semesta dan Sang Pencipta yang tercermin dalam bentuk bangunan รข bangunan rumah yang indah, bisa anda lihat pertama kali melalui pintu gerbangnya bergaya Gapura Taman Bali. Gapura Bali memiliki fungsi ganda yaitu sebagai pintu gerbang dan juga bermanfaat untuk bagian dalam kompleks bangunan termasuk taman yang ada di area sanggah ( pura keluarga ) dengan hiasan taman berupa beberapa jenis tanaman hias Bali tanpa bunga.
Bali adalah salah satu tempat paling indah di dunia. Jika anda berkunjung ke Bali sama artinya anda siap - siap untuk menjemput sejuta keindahan dan pengalaman yang tak akan terlupakan apabila dibarengi dengan rencana membeli sebuah rumah khas Bali di tempat ini.
Pulau Bali ibarat etalase pesona alam yang mencerminkan keanekaragaman budaya Indonesia yang kaya akan bentang alam berupa gunung, bukit, sungai, hutan - hutan kecil dan pantai berpasir putih serta keramahan manusia dan budayanya yang sangat mengagumkan. Salah satu daya pikat yang menjadikan Pulau Bali terkenal sebagai pulau dengan seribu satu objek wisata menarik di dunia ini adalah karena memiliki arsitektur bangunan rumah tradisionalnya yang khas, terutama rumah tempat tinggal maupun rumah ibadah berupa pura atau sanggah - sanggah kecil.
Anda bisa belajar mengenal arsitektur rumah khas Bali di desa adat Ubud, Gianyar, Bali, merupakan salah satu kawasan wisata paling indah di dunia karena hingga saat ini banyak dijumpai hal - hal umum yang tetap mempertahankan kelestarian adat dan budaya Bali. Berkunjung ke Bali sama artinya dengan anda menjemput sejuta keindahan dan pengalaman yang tak akan terbeli di tempat lain. Bali ibarat etalase pesona khas Indonesia yang kaya bentang alam, keramahan manusia dan budayanya yang mengagumkan. Salah satu daya pikat yang dimiliki Bali adalah arsitektur bangunan rumah tradisionalnya, baik rumah tempat tinggal maupun rumah ibadah atau pura.
Rumah adat tradisional Bali adalah salah satu bukti sejarah peninggalan arsitektur terpenting pada masa lampau yang pernah memiliki penggemar terbanyak di Asia. Bali merupakan salah satu pulau di Indonesia yang selain terkenal dengan wisata alam yang mempesona, juga sangat terkenal akan peninggalan budaya serta adat istiadatnya yang kental.
Untuk lebih mengenal dekat tentang rumah adat Bali beserta ornamen yang mengikutinya maka berikut ini kami berikan ulasan singkat mengenai desain dan bentuk rumah adat Bali yang banyak diminati oleh turis mancanegara, rumah adat Bali yang dimaksud adalah seluruh bangunan yang dikelilingi oleh tembok dan biasanya disebut panyengker. Pada beberapa tempat, si pemilik rumah menghiasi penyengker tersebut dengan tanaman hias merambat yang berbunga, dimana bangunan - bangunan yang berada dalam area tembok adalah sebagai berikut :
1). Bangunan yang disebut dengan istilah Sanggah atau Pamerajan, merupakan bangunan tempat suci bagi keluarga dan seluruh anggotanya.
2). Bangunan Panginjeng Karang merupakan salah satu tempat untuk memuja roh yang berfungsi menjaga halaman rumah.
3). Bangunan Bale Manten, bangunan ini difungsikan sebagai tempat tidur untuk kepala keluarga, anak - anak gadis, serta menyimpan barang berharga ( kadang - kadang digunakan juga oleh pasangan yang baru menikah dan belum siap membina bahtera keluarga nan bahagia karena faktor penghasilan yang masih kurang ).
4). Bangunan Bale Gede / Bale Adat difungsikan sebagai tempat upacara terhadap kelestarian lingkungan hidup, yang dalam kehidupan sehari - hari digunakan sebagai Bale Serbaguna untuk keperluan upacara adat.
5). Bangunan Bale Dauh difungsikan sebagai tempat kerja, tempat pertemuan, dan tempat tidur bagi anak laki - laki.
6). Bangunan yang disebut Paon atau Dapur adalah bangunan yang dimanfaatkan untuk memasak.
7). Terdapat pula Bangunan Lumbung, yaitu bangunan khusus sebagai tempat buat menyimpan padi / hasil bumi.
Pada umumnya desain bentuk rumah adat Bali adalah khusus didesain dan dibangun berdasarkan pada aturan - aturan tertentu yang berlaku dalam masyarakat adat Bali dan dikenal dengan nama Asta Kosala Kosali. Asta Kosala Kosali yang dimaksud disini merupakan filosofi yang mengatur tentang tata hubungan antara manusia dengan masing - masing Tuhan, hubungan antar manusia dengan manusia, dan hubungan antar manusia dengan alam. Arsitektur pada rumah adat Bali menyesuaikan dengan iklim dan kondisi dataran di Indonesia yang cenderung panas, khususnya di provinsi Bali.
Di daerah yang memiliki dataran tinggi pada umumnya membangun rumah dalam bentuk sedang cenderung kecil dan tertutup, yaitu untuk melindungi penghuninya dari cuaca dingin pada waktu malam hari. Tinggi dinding terutama pada ruang tamu sengaja dibuat pendek, maksudnya adalah agar terhindar dari sirkulasi udara yang berlebihan. Luas maupun bentuk halamannya relatif lebih sempit dan tak beraturan di daerah kota yang disesuaikan dengan kondisi lahan tempat tinggal karena terlalu padat hunian. Sedangkan di daerah pedesaan memiliki pekarangan yang sangat luas dan pada masing - masing keluarga mempunyai sanggah atau pura tempat mereka melakukan persembahyangan.
Sementara arsitektur rumah adat Bali yang berada di daerah dataran rendah rata - rata memiliki desain yang berbentuk agak berbeda, yaitu pekarangannya dibuat luas dan datar sehingga dapat dimanfaatkan sebagai tempat berkumpul banyak orang untuk menghadiri acara - acara adat tertentu, memiliki dinding yang terbuka, dimana masing - masing bangunan yang ada adalah memiliki fungsinya tersendiri.
Untuk pemilihan material, bahan - bahan bangunan yang digunakan adalah bersifat umum untuk pembangunan rumah adat suku Bali yang bergantung pada tingkat kemapanan si pemiliknya. Untuk warga biasa, mereka hanya menggunakan material popolan ( speci yang terbuat dari lumpur tanah liat ) sebagai dinding bangunan rumah adat, sedangkan golongan raja dan kaum brahmana menggunakan tumpukan batu bata sebagai dindingnya. Pada bangunan - bangunan sebagai tempat suci atau tempat pemujaan, mereka biasa memanfaatkan bahan - bahan sesuai dengan kemampuan ekonomi masing - masing keluarga. Seperti untuk bahan atap memakai ijuk bagi yang ekonominya mampu, sedangkan bagi yang ekonominya kurang mampu, dapat menggunakan alang - alang atau genteng yang dicat dengan warna - warna natural.
Banyak hal yang bisa dipelajari dari rumah adat Bali khususnya bagi turis asing yang kebetulan liburan kesini. Mulai dari arsitektur, desain, hiasan dekorasi, interiornya serta teknik membangunnya yang memiliki ciri khas dan hanya bisa dilakukan oleh warga Bali saja sesuai dengan ajaran agama Hindu.
Demikian ulasan singkat dari kami tentang bagaimana mengenal lebih dekat tentang keindahan rumah adat Bali yang unik tapi mudah dan menarik untuk diterapkan bagi anda yang berminat.
Sementara arsitektur rumah adat Bali yang berada di daerah dataran rendah rata - rata memiliki desain yang berbentuk agak berbeda, yaitu pekarangannya dibuat luas dan datar sehingga dapat dimanfaatkan sebagai tempat berkumpul banyak orang untuk menghadiri acara - acara adat tertentu, memiliki dinding yang terbuka, dimana masing - masing bangunan yang ada adalah memiliki fungsinya tersendiri.
Untuk pemilihan material, bahan - bahan bangunan yang digunakan adalah bersifat umum untuk pembangunan rumah adat suku Bali yang bergantung pada tingkat kemapanan si pemiliknya. Untuk warga biasa, mereka hanya menggunakan material popolan ( speci yang terbuat dari lumpur tanah liat ) sebagai dinding bangunan rumah adat, sedangkan golongan raja dan kaum brahmana menggunakan tumpukan batu bata sebagai dindingnya. Pada bangunan - bangunan sebagai tempat suci atau tempat pemujaan, mereka biasa memanfaatkan bahan - bahan sesuai dengan kemampuan ekonomi masing - masing keluarga. Seperti untuk bahan atap memakai ijuk bagi yang ekonominya mampu, sedangkan bagi yang ekonominya kurang mampu, dapat menggunakan alang - alang atau genteng yang dicat dengan warna - warna natural.
Banyak hal yang bisa dipelajari dari rumah adat Bali khususnya bagi turis asing yang kebetulan liburan kesini. Mulai dari arsitektur, desain, hiasan dekorasi, interiornya serta teknik membangunnya yang memiliki ciri khas dan hanya bisa dilakukan oleh warga Bali saja sesuai dengan ajaran agama Hindu.
Demikian ulasan singkat dari kami tentang bagaimana mengenal lebih dekat tentang keindahan rumah adat Bali yang unik tapi mudah dan menarik untuk diterapkan bagi anda yang berminat.
Jumat, 17 Maret 2017
Pemandangan Indah dari Puncak Gunung Batur
Jika kemarin kita sudah mebahas keindaha Air Terjun Sekumpul, kali ini kita akan membahas keindahan dari puncak Gunung Batur nih gan, yuk langsung ke topik.
Keindahan Gunung Batur Bali
Gunung Batur merupakan gunung di Bali yang memiliki ketinggian sekitar 1.717m, dan disini kita bisa melihat keindahan dari kaldera atau kawah raksasa terindah dan terbesar di dunia yakni berukuran 13,8x10km, dengan tinggi pematang 1.267 m hingga 2.152 m, dan memiliki kerucut gunung api sebanyak 3 buah yaitu Batur I, Batur II, dan Batur III.
Ternyata pada kaldera I juga terbentuk kaldera II dengan garis sekitar 7km dengan bentuk melingkar, dasar dari kaldera II lebih rendah dari dasar kaldera I(Undak Kintamani) yakni berlokasi 120 hingga 300m yang memiliki danau berbentuk bulan sabit, danau ini disebut dengan Danau batur di Bali memiliki lebar 7,5km, keliling 22km, lebar 2,5km dan luas 16km yang berlokasi di bagian tenggara.
Lokasi Gunung Batur Bali
Keindahan Gunung Batur Bali
Gunung Batur merupakan gunung di Bali yang memiliki ketinggian sekitar 1.717m, dan disini kita bisa melihat keindahan dari kaldera atau kawah raksasa terindah dan terbesar di dunia yakni berukuran 13,8x10km, dengan tinggi pematang 1.267 m hingga 2.152 m, dan memiliki kerucut gunung api sebanyak 3 buah yaitu Batur I, Batur II, dan Batur III.
Ternyata pada kaldera I juga terbentuk kaldera II dengan garis sekitar 7km dengan bentuk melingkar, dasar dari kaldera II lebih rendah dari dasar kaldera I(Undak Kintamani) yakni berlokasi 120 hingga 300m yang memiliki danau berbentuk bulan sabit, danau ini disebut dengan Danau batur di Bali memiliki lebar 7,5km, keliling 22km, lebar 2,5km dan luas 16km yang berlokasi di bagian tenggara.
Lokasi Gunung Batur Bali
Gunung Batur Bali berlokasi di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli jika teman-teman ingin travelling ke Gunung Batur, teman-teman bisa memanfaatkan penyewaan mobil plus diver, kira-kira 1 setengah jam dari Denpasar.
Aktivitas Di Gunung Batur
Nah... kalo kita membicarakan aktivitas yang tepat di Gunung Batur, yang pastinya kita pasti berpikir pendakian, eits.... di Gunung Batur kita bisa melakukan banyak aktivitas loh............ teman-teman, selain mendaki kita juga bisa berkemah di kaki Gunung Batur dan merasakan kesejukan udara pegunungan yang belum tercemar oleh polusi udara, dan masih banyak lagi gan aktivitas yang bisa kita lakuin di Gunung Batur, gimana udah nentuin tanggal buat mendaki? jadi kalo mau mendaki ke Gunung Batur ada baiknya kita nentuin tanggal dulu dan melihat msuimnya, yang bagusnya sih pada Bulan Juni-Agustus karna pastinya ga hujan dan udaranya pas banget hehehehehe, sekian dulu gan info dari Keindahan Gunung Batur, jangan lupa share n coment ya ...
Rabu, 15 Maret 2017
Keindahan Air Terjun Sekumpul
Air terjun sekumpul merupakan salah satu dari beberapa air terjun yang berada di bali utara, keindahannya karna kita bisa melihat lebih dari satu air terjun dan masih dalam kategori air terjun tersembunyi di Bali Utara,
Gambar Air Terjun Sekumpul
Aktifitas lain yang dapat pembaca lakukan selain melihat pemandangan air terjun dan pegunungan yang masih sangat alami, pembaca juga dapat melakukan sesi foto prewedding dengan latar belakang air terjun, atau hanya sekedar foto-foto bersama teman atau keluarga.
Air Terjun Tersembunyi Di Bali
Lokasi dari air terjun sekumpul berada di desa Sekumpul, kecamatan
Sawan, kabupaten Buleleng Bali. Berjarak kurang lebih 76 km dari kota
Denpasar dan 20 km dari kota Singaraja. Dengan waktu tempuh kurang lebih
2,5 jam dari kota Denpasar.
Karena letak lokasi air terjun di desa Sekumpul sangat jauh. Untuk
menghindari kecapean mengemudikan mobil, maka kami sarankan pembaca
mencari jasa sewa mobil dan drivernya.
Anda pasti bertanya kenapa harus mengunjungi air terjun Sekumpul di pagi hari?
Ada alasan kenapa saya menyarankan anda untuk mengunjungi air terjun Sekumpul di pagi hari. Karena peluang hujan di pagi hari lebih kecil dibandingkan dengan di sore hari. Jika terjadi hujan, jalan yang akan anda lewati menjadi licin dan perlu ekstra hati-hati untuk melewati jalanan setapak yang licin.
Untuk mencapai lokasi air terjun Sekumpul, karena letaknya yang jauh dari objek wisata di Bali selatan dan memakan waktu perjalanan sekitar 3 jam dari Kuta Bali. Hal ini mengaruskan anda sudah berangkat dari Kuta Bali sekitar jam 4 pagi.
Emm jam 4 pagi, terlalu pagi bagi sebagian orang untuk bagun tidur. Lalu bagaimana cara mengatasi hal ini tanpa harus bangun jam 4 pagi.
Jika anda tidak ingin bangun pagi, anda dapat berangkat di sore hari dan menginap di hotel terdekat di daerah Bali Utara. Sedangkan melakukan Sekumpul waterfall trekking keesokan harinya.
Waktu Terbaik Berkunjung
Bagi pembaca yang tertarik untuk mengunjungi dan melihat pemandangan air terjun Sekumpul, sambil melakukan aktivitas trekking. Sebaiknya anda berkunjung dan melakukannya trekkingnya di pagi hari. Waktu yang tepat untuk memulai perjalanan sekitar jam 07:00 – 08:00 pagi.Anda pasti bertanya kenapa harus mengunjungi air terjun Sekumpul di pagi hari?
Ada alasan kenapa saya menyarankan anda untuk mengunjungi air terjun Sekumpul di pagi hari. Karena peluang hujan di pagi hari lebih kecil dibandingkan dengan di sore hari. Jika terjadi hujan, jalan yang akan anda lewati menjadi licin dan perlu ekstra hati-hati untuk melewati jalanan setapak yang licin.
Untuk mencapai lokasi air terjun Sekumpul, karena letaknya yang jauh dari objek wisata di Bali selatan dan memakan waktu perjalanan sekitar 3 jam dari Kuta Bali. Hal ini mengaruskan anda sudah berangkat dari Kuta Bali sekitar jam 4 pagi.
Emm jam 4 pagi, terlalu pagi bagi sebagian orang untuk bagun tidur. Lalu bagaimana cara mengatasi hal ini tanpa harus bangun jam 4 pagi.
Jika anda tidak ingin bangun pagi, anda dapat berangkat di sore hari dan menginap di hotel terdekat di daerah Bali Utara. Sedangkan melakukan Sekumpul waterfall trekking keesokan harinya.
Langganan:
Postingan (Atom)







