Selasa, 21 Maret 2017

Keindahan Adat Bali


Oke kawan-kawan kali ini saya mau memberikan informasi tentang keindahan adat dari pulau bali ini gan, ikuti aja ya

Keindahan Pulau Bali





Sebagai destinasi utama wisata dunia, Pulau Bali dan masyarakat yang tinggal di dalamnya telah lama bersentuhan dengan adat dan kebudayaan modern mancanegara. Meskipun demikian, rumah - rumah di Bali hingga saat ini masih saja mempertahankan arsitektur tradisionalnya yang unik nan elegan. Arsitektur rumah tradisional khas Bali merupakan salah satu perwujudan keselarasan antara manusia dengan alam semesta dan Sang Pencipta yang tercermin dalam bentuk bangunan รข bangunan rumah yang indah, bisa anda lihat pertama kali melalui pintu gerbangnya bergaya Gapura Taman Bali. Gapura Bali memiliki fungsi ganda yaitu sebagai pintu gerbang dan juga bermanfaat untuk bagian dalam kompleks bangunan termasuk taman yang ada di area sanggah ( pura keluarga ) dengan hiasan taman berupa beberapa jenis tanaman hias Bali tanpa bunga.


Bali adalah salah satu tempat paling indah di dunia. Jika anda berkunjung ke Bali sama artinya anda siap - siap untuk menjemput sejuta keindahan dan pengalaman yang tak akan terlupakan apabila dibarengi dengan rencana membeli sebuah rumah khas Bali di tempat ini.

Pulau Bali ibarat etalase pesona alam yang mencerminkan keanekaragaman budaya Indonesia yang kaya akan bentang alam berupa gunung, bukit, sungai, hutan - hutan kecil dan pantai berpasir putih serta keramahan manusia dan budayanya yang sangat mengagumkan. Salah satu daya pikat yang menjadikan Pulau Bali terkenal sebagai pulau dengan seribu satu objek wisata menarik di dunia ini adalah karena memiliki arsitektur bangunan rumah tradisionalnya yang khas, terutama rumah tempat tinggal maupun rumah ibadah berupa pura atau sanggah - sanggah kecil.

Anda bisa belajar mengenal arsitektur rumah khas Bali di desa adat Ubud, Gianyar, Bali, merupakan salah satu kawasan wisata paling indah di dunia karena hingga saat ini banyak dijumpai hal - hal umum yang tetap mempertahankan kelestarian adat dan budaya Bali. Berkunjung ke Bali sama artinya dengan anda menjemput sejuta keindahan dan pengalaman yang tak akan terbeli di tempat lain. Bali ibarat etalase pesona khas Indonesia yang kaya bentang alam, keramahan manusia dan budayanya yang mengagumkan. Salah satu daya pikat yang dimiliki Bali adalah arsitektur bangunan rumah tradisionalnya, baik rumah tempat tinggal maupun rumah ibadah atau pura.

Rumah adat tradisional Bali adalah salah satu bukti sejarah peninggalan arsitektur terpenting pada masa lampau yang pernah memiliki penggemar terbanyak di Asia. Bali merupakan salah satu pulau di Indonesia yang selain terkenal dengan wisata alam yang mempesona, juga sangat terkenal akan peninggalan budaya serta adat istiadatnya yang kental.

Untuk lebih mengenal dekat tentang rumah adat Bali beserta ornamen yang mengikutinya maka berikut ini kami berikan ulasan singkat mengenai desain dan bentuk rumah adat Bali yang banyak diminati oleh turis mancanegara, rumah adat Bali yang dimaksud adalah seluruh bangunan yang dikelilingi oleh tembok dan biasanya disebut panyengker. Pada beberapa tempat, si pemilik rumah menghiasi penyengker tersebut dengan tanaman hias merambat yang berbunga, dimana bangunan - bangunan yang berada dalam area tembok adalah sebagai berikut :
1). Bangunan yang disebut dengan istilah Sanggah atau Pamerajan, merupakan bangunan tempat suci bagi keluarga dan seluruh anggotanya.
2). Bangunan Panginjeng Karang merupakan salah satu tempat untuk memuja roh yang berfungsi menjaga halaman rumah.
3). Bangunan Bale Manten, bangunan ini difungsikan sebagai tempat tidur untuk kepala keluarga, anak - anak gadis, serta menyimpan barang berharga ( kadang - kadang digunakan juga oleh pasangan yang baru menikah dan belum siap membina bahtera keluarga nan bahagia karena faktor penghasilan yang masih kurang ).
4). Bangunan Bale Gede / Bale Adat difungsikan sebagai tempat upacara terhadap kelestarian lingkungan hidup, yang dalam kehidupan sehari - hari digunakan sebagai Bale Serbaguna untuk keperluan upacara adat.
5). Bangunan Bale Dauh difungsikan sebagai tempat kerja, tempat pertemuan, dan tempat tidur bagi anak laki - laki.
6). Bangunan yang disebut Paon atau Dapur adalah bangunan yang dimanfaatkan untuk memasak.
7). Terdapat pula Bangunan Lumbung, yaitu bangunan khusus sebagai tempat buat menyimpan padi / hasil bumi.

Pada umumnya desain bentuk rumah adat Bali adalah khusus didesain dan dibangun berdasarkan pada aturan - aturan tertentu yang berlaku dalam masyarakat adat Bali dan dikenal dengan nama Asta Kosala Kosali. Asta Kosala Kosali yang dimaksud disini merupakan filosofi yang mengatur tentang tata hubungan antara manusia dengan masing - masing Tuhan, hubungan antar manusia dengan manusia, dan hubungan antar manusia dengan alam. Arsitektur pada rumah adat Bali menyesuaikan dengan iklim dan kondisi dataran di Indonesia yang cenderung panas, khususnya di provinsi Bali. 

Di daerah yang memiliki dataran tinggi pada umumnya membangun rumah dalam bentuk sedang cenderung kecil dan tertutup, yaitu untuk melindungi penghuninya dari cuaca dingin pada waktu malam hari. Tinggi dinding terutama pada ruang tamu sengaja dibuat pendek, maksudnya adalah agar terhindar dari sirkulasi udara yang berlebihan. Luas maupun bentuk halamannya relatif lebih sempit dan tak beraturan di daerah kota yang disesuaikan dengan kondisi lahan tempat tinggal karena terlalu padat hunian. Sedangkan di daerah pedesaan memiliki pekarangan yang sangat luas dan pada masing - masing keluarga mempunyai sanggah atau pura tempat mereka melakukan persembahyangan.






Sementara arsitektur rumah adat Bali yang berada di daerah dataran rendah rata - rata memiliki desain yang berbentuk agak berbeda, yaitu pekarangannya dibuat luas dan datar sehingga dapat dimanfaatkan sebagai tempat berkumpul banyak orang untuk menghadiri acara - acara adat tertentu, memiliki dinding yang terbuka, dimana masing - masing bangunan yang ada adalah memiliki fungsinya tersendiri.

Untuk pemilihan material, bahan - bahan bangunan yang digunakan adalah bersifat umum untuk pembangunan rumah adat suku Bali yang bergantung pada tingkat kemapanan si pemiliknya. Untuk warga biasa, mereka hanya menggunakan material popolan ( speci yang terbuat dari lumpur tanah liat ) sebagai dinding bangunan rumah adat, sedangkan golongan raja dan kaum brahmana menggunakan tumpukan batu bata sebagai dindingnya. Pada bangunan - bangunan sebagai tempat suci atau tempat pemujaan, mereka biasa memanfaatkan bahan - bahan sesuai dengan kemampuan ekonomi masing - masing keluarga. Seperti untuk bahan atap memakai ijuk bagi yang ekonominya mampu, sedangkan bagi yang ekonominya kurang mampu, dapat menggunakan alang - alang atau genteng yang dicat dengan warna - warna natural.

Banyak hal yang bisa dipelajari dari rumah adat Bali khususnya bagi turis asing yang kebetulan liburan kesini. Mulai dari arsitektur, desain, hiasan dekorasi, interiornya serta teknik membangunnya yang memiliki ciri khas dan hanya bisa dilakukan oleh warga Bali saja sesuai dengan ajaran agama Hindu.

Demikian ulasan singkat dari kami tentang bagaimana mengenal lebih dekat tentang keindahan rumah adat Bali yang unik tapi mudah dan menarik untuk diterapkan bagi anda yang berminat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar